
Urusan pengalaman rasanya Isuzu Panther merupakan mobil penumpang berbahan bakar Diesel yang paling lama merasakan asam garam segmen pasar ini. Kepopulerannya memang tak lagi begitu bersinar seperti masa sebelumnya. Selain banyak alternative mobil penumpang Diesel, para rivalnya menawarkan desain yang lebih segar. Sementara panther masih mempertahankan desain konservatif, meski begitu para penggemar dan fanatik panther tetap percaya akan keandalan mesin dan performanya. Bandel, awet, irit, dan terjangkau, begitulah kata-kata yang terucap dari pengguna panther.
Lalu apa yang menjadi kunci mengapa panther bercokol di posisi utama kendaraan berbahan irit?. Padahal kalau anda perhatikan teknologi mesin yang di gunakan panther tidak secanggih pengguna diesel di tanah air. Hanya panther yang masih menggunakan suplai bahan bakar direct injection konvensional, yang lain sudah didukung commonrail. Penggunaan turbocharger lebih ditunjukan untuk membuat pembakaran sempurna sehingga emisi bisa sesuai dengan standart euro2. Tenaga yang dihasilkanpun tidak sebesar kontestan lainya.
Isuzu dapat memaksimalkan kinerja mesin sehingga volume bensin yang keluar berimbang dengan tenaga yang dihasilkannya. Penggunaan Exhaust Gasre-Circulation juga menjadi part yang membantu mengembalikan solar yang tidak terbakar untuk dipergunakan pada proses pembakaran selanjutnya. Selain itu ditungang pula dengan setting rasio final gear dan transmisi untuk penggunaan yang sudah di setarakan dengan kebutuhan karakter jalan raya Indonesia.
*copy-paste kode di atas ke dalam form posting blog Anda





